16.253 Siswa Baru di Luwu Timur Terima Seragam Sekolah Gratis

MALILI,FAKJUR-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan anggaran sebesar Rp 8,7 miliar untuk pengadaan pakaian seragam sekolah gratis bagi 16.253 siswa baru tahun ajaran 2025/2026. Program ini menyasar tiga jenjang pendidikan, yakni PAUD, SD, dan SMP, sebagai bagian dari visi-misi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Puspawati Husler.

Anggaran pengadaan seragam tersebut dialokasikan dalam APBD Tahun Anggaran 2025. Dari total 16.253 siswa penerima, sebanyak 5.315 siswa merupakan peserta didik baru tingkat PAUD, 5.739 siswa tingkat SD, dan 5.199 siswa tingkat SMP. Seluruh data penerima telah diverifikasi oleh dinas terkait.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Agus Zaman, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/2/2026), menjelaskan bahwa pengadaan seragam tidak melalui proses tender. Hal itu karena anggaran tersebut langsung digunakan untuk pembelian seragam bagi peserta didik melalui pelaku UMKM di Luwu Timur.

Setiap paket seragam yang diberikan terdiri atas topi, dasi, baju, celana atau rok, sepatu, kaos kaki, dan tas sekolah. Untuk siswa SD, warna seragam adalah merah putih, SMP putih biru, sedangkan PAUD/TK menggunakan warna putih hitam. Seragam telah didistribusikan ke masing-masing sekolah, namun belum seluruhnya dibagikan kepada siswa.

Menurut Agus, keterlambatan penyaluran kepada siswa disebabkan anggaran baru ditetapkan pada perubahan APBD akhir Oktober 2025, sehingga proses pengadaan efektif dimulai awal November. Selain itu, produksi sepatu dan tas sekolah tidak tersedia di Luwu Timur, sehingga UMKM setempat harus bekerja sama dengan produsen di Bandung, Jawa Barat, untuk memproduksi sepatu dan tas berlogo “Luwu Timur Juara”.

Ia menambahkan, pembagian seragam secara lengkap kepada siswa dijadwalkan pada awal Maret mendatang, setelah seluruh komponen, termasuk sepatu dan tas, tersedia. Pemerintah daerah berharap program ini dapat meringankan beban orang tua sekaligus mendukung semangat belajar siswa di awal tahun ajaran baru. (Kas/Red)