Barru,Fakjur — Proyek pembangunan tanggul dan bronjong di sepanjang Sungai Lanrae, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, menuai sorotan warga.

Proyek yang diharapkan menjadi solusi penanganan banjir itu justru memunculkan polemik karena tidak dilengkapi papan informasi proyek di lokasi pekerjaan.

Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap transparansi anggaran dan kualitas pembangunan yang sedang berlangsung.

Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pembangunan tanggul tersebut sudah lama diusulkan warga, namun baru terealisasi saat ini.

“Warga sudah lama mengusulkan tanggul ini. Sekarang sudah dikerjakan, tapi kami tidak tahu ini proyek siapa, anggarannya berapa, dan kapan selesai,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Di tengah masyarakat juga beredar informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait sumber anggaran proyek tersebut.

Ketiadaan papan informasi proyek dinilai melanggar prinsip keterbukaan sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah.

Warga berharap proyek tersebut tidak dikerjakan secara asal-asalan mengingat tingginya debit air Sungai Lanrae saat musim hujan.

“Kami tidak ingin proyek ini cepat rusak karena pengawasan publik lemah,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait proyek tersebut (Jum)

By admin