Luwu Timur (Fakjur) – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, berharap Program Pejuang Subuh dapat menjadi sarana pembinaan karakter bagi pelajar sehingga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berakhlak baik, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Harapan tersebut disampaikan Irwan saat memimpin rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur terkait pelaksanaan Program Pejuang Subuh bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Ruang Rapat Kerja Bupati, Senin (11/5).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda, para pengawas sekolah, kepala bidang, serta perwakilan guru SD dan SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Menurut Irwan, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan karakter melalui pembiasaan kegiatan keagamaan yang dapat membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik sejak usia dini.

Ia menjelaskan, kegiatan shalat subuh berjamaah yang menjadi bagian dari Program Pejuang Subuh diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai religius sekaligus membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari para pelajar.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial peserta didik,” katanya.

Bupati menambahkan bahwa program tersebut akan menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dengan proses pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Menurut dia, pembiasaan bangun pagi, disiplin waktu, dan keterlibatan dalam aktivitas keagamaan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan sikap dan perilaku siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Raoda, menjelaskan Program Pejuang Subuh menyasar siswa SD dan SMP yang beragama Islam dengan pelaksanaan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan.

Untuk tingkat SD, program diperuntukkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 dengan fokus utama pada siswa laki-laki kelas 5. Sedangkan pada jenjang SMP, sasaran program meliputi siswa kelas 7, 8, dan 9 dengan fokus pada siswa laki-laki kelas 8.

Adapun bagi siswi perempuan, pelaksanaan kegiatan dilakukan di rumah masing-masing dengan pendampingan orang tua dan pemantauan melalui buku kontrol yang disiapkan sebagai bagian dari evaluasi program.

Raoda berharap Program Pejuang Subuh dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi muda yang religius, disiplin, dan bertanggung jawab.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berupaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia. (Kas)

By admin