LUWU TIMUR, Fakjur – Bagi sebagian besar lanjut usia (lansia), menunaikan ibadah umrah sering kali hanya menjadi impian yang sulit diwujudkan karena keterbatasan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kini mencoba membuka harapan itu melalui pengelolaan Program Kartu Lansia yang tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga dipersiapkan sebagai jalan menuju Tanah Suci. Gagasan tersebut disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menyerahkan bantuan Program Kartu Lansia kepada para penerima manfaat di Desa Wonorejo Timur, Kecamatan Mangkutana, Ahad (28/6/2026). Menurut Irwan, pemerintah daerah tengah menyusun mekanisme agar bantuan sebesar Rp1 juta yang diterima setiap bulan dapat dikelola secara terencana. Dengan pola tersebut, para lansia diharapkan memiliki kesempatan menabung sehingga dalam beberapa tahun mendatang dapat mewujudkan impian beribadah umrah. “Kalau bantuan ini dikelola dengan baik, Insya Allah kita akan siapkan mekanismenya sehingga bapak dan ibu lansia memiliki kesempatan untuk berangkat umrah. Program ini kami harapkan tidak hanya membantu kebutuhan ekonomi, tetapi juga menjadi jalan meningkatkan kualitas ibadah,” kata Irwan. Program Kartu Lansia sendiri terus diperluas jangkauannya. Pada 2026, jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 4.000 orang atau bertambah 1.346 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh penerima memperoleh bantuan tunai sebesar Rp1 juta setiap bulan. Penyaluran di Kecamatan Mangkutana merupakan bagian dari distribusi yang sebelumnya telah dilakukan di Kecamatan Kalaena, Burau, dan Wotu. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan program tersebut menjangkau seluruh kecamatan secara bertahap. Selain menyiapkan pengembangan program, Irwan juga mengingatkan pentingnya menjaga hak para lansia atas bantuan yang diterima. Ia mengaku menerima laporan adanya pemotongan dana oleh anggota keluarga saat proses pencairan bantuan di beberapa wilayah. “Saya berharap anak-anak dan keluarga memberikan sepenuhnya hak orang tua kita. Jangan sampai bantuan yang diperuntukkan bagi lansia justru dimanfaatkan oleh pihak lain tanpa persetujuan mereka,” ujarnya. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan agar bantuan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh para penerima manfaat sesuai tujuan program. Bagi Supodo (68), warga yang menerima Program Kartu Lansia, rencana tersebut menghadirkan harapan baru. Selama ini ia menganggap perjalanan ke Tanah Suci sebagai sesuatu yang sulit dicapai. “Saya sangat bahagia mendengarnya. Dengan Kartu Lansia ini kami punya harapan bisa berangkat ke Tanah Suci. Insyaallah semoga bisa terwujud,” katanya. Melalui pengembangan Program Kartu Lansia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tidak hanya berupaya memperkuat perlindungan sosial bagi warga lanjut usia, tetapi juga membuka peluang agar bantuan yang diberikan dapat menghadirkan manfaat jangka panjang, termasuk membantu mewujudkan cita-cita spiritual para penerima manfaat. (Kas) Related Posts:HUT ke-23 Luwu Timur Dihujani Kado Istimewa, Menteri…Kartu Lansia Tak Sekadar Bantuan Tunai, Hadirkan…Hadiri HUT ke-14 Desa Wonorejo Timur, Bupati Irwan…Bupati Irwan Tinjau Sekolah Rakyat di Jakarta,…Safari Ramadhan Pemkab Luwu Timur di Tomoni Timur…Lima ASN Kembali Terima Hadiah Umrah Gratis pada… Navigasi pos Momentum HUT Bhayangkara ke-80, Bupati Luwu Timur Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Bersama Polri