TOMONI TIMUR,FAKJUR – Guna menekan risiko komplikasi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan memutus rantai penularan TBC sejak dini, Camat Tomoni Timur, Yulius, S.Sos., M.A.P., meminta kelompok lansia untuk lebih ketat menjaga pola makan serta mencukupi waktu istirahat. Imbauan tersebut ditegaskannya saat membuka Gerakan Serentak Tracing TBC Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang berlangsung maraton di empat desa se-Kecamatan Tomoni Timur pada 18–21 Agustus 2026. Kegiatan diawali di desa Margomulyo , Selasa (18/08).

Camat  mengingatkan warga terutama lansia agar menghindari makanan pemicu lonjakan tekanan darah dan kolesterol. Selain disiplin mengatur asupan nutrisi serta istirahat, ia juga mengajak masyarakat membiasakan etika batuk dan konsisten memakai masker demi mencegah penularan penyakit respirasi di lingkungan keluarga.

“Jangan sembarangan makan, terutama makanan yang bisa memicu hipertensi dan kolesterol serta penyakit tidak menular lainnya dan gunakan masker saat untuk mencegah sebaran droplet ” pesan camat

Pada kesempatan tersebut, Camat Tomoni Timur turut memeriksakan tekanan darahnya dengan hasil normal. Langkah ini dilakukannya sebagai teladan nyata agar masyarakat tidak merasa cemas atau takut untuk mendeteksi kondisi fisik mereka secara rutin.

Pelaksanaan CKG dan tracing TBC diawali dari Aula Kantor Desa Margomulyo pada Selasa (18/8/2026), sebelum berlanjut ke Desa Purwosari, Desa Cendana Hitam Timur, dan Desa Pattengko. Warga kelompok usia lanjut tampak mendominasi antrean pemeriksaan, di mana cakupan hari pertama berhasil melampaui 50 persen dari target 400 sasaran kecamatan.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Luwu Timur, Alimuddin Bahtiar, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini mendukung target pemeriksaan 6.600 warga tingkat kabupaten. Melalui strategi TOSS TBC (Temukan TBC, Obati Sampai Sembuh), kolaborasi Dinkes, RSUD I Lagaligo, dan Puskesmas Tomoni Timur difokuskan pada penemuan kasus seawal mungkin.

Edukasi lapangan juga digencarkan untuk mengenali gejala khas TBC, seperti batuk berdahak panjang, demam malam hari, penurunan berat badan, dan nyeri dada. Kepala Desa Margomulyo, Suwanto, mengapresiasi tingginya antusiasme warga dan turut memobilisasi masyarakat untuk memanfaatkan cek gula darah hingga tensi secara gratis.

Upaya jemput bola di tingkat desa ini diharapkan dapat mengikis stigma takut berobat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan dasar. Sinergi ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mengawal target nasional mewujudkan Indonesia Bebas TB 2050. (#)

By admin