BAHODOPI,FAKJUR – Kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan membuat sejumlah warga, khususnya kaum ibu-ibu dari BTN Aulia, mendatangi Kantor Desa Bahodopi, Kecamatan Bahodopi, Minggu malam (11/1/2026) sekitar pukul 21.43 Wita.
Warga mengeluhkan kondisi jalan holing satu-satunya yang selama ini mereka lalui untuk menuju jalan poros provinsi. Jalan tersebut kini dinilai semakin licin dan membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.
Sejak perusahaan kembali beroperasi melakukan aktivitas pengangkutan ore (loading ore) di Dusun 6 Desa Bahodopi, kondisi jalan holing berubah drastis. Lumpur tanah merah menutupi badan jalan, membuat permukaannya licin, terlebih saat hujan.
“Sudah beberapa kali warga jatuh, terutama yang pakai motor. Kami setiap hari lewat sini, tapi sekarang rasanya sudah tidak aman,” ungkap Defianti, salah satu warga Dusun 6, dengan nada cemas.

Ia berharap Pemerintah Desa Bahodopi dapat segera mencarikan solusi agar aktivitas warga tidak terus dibayangi rasa takut saat melintas di jalan tersebut.
Menanggapi keluhan warga, Suradi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memanggil pihak humas perusahaan dalam waktu dekat untuk membahas persoalan tersebut.
Suradi menjelaskan bahwa jalan holing yang selama ini dilalui warga merupakan jalan milik perusahaan yang saat ini beroperasi di wilayah tersebut dan telah memiliki sertifikat.
“Kami tidak bisa serta-merta mengambil keputusan karena jalan holing itu memang milik perusahaan. Namun bukan berarti perusahaan bisa tinggal diam. Mereka tetap punya tanggung jawab agar jalan tersebut aman dan nyaman dilalui warga,” jelas Suradi.
Meski demikian, Suradi menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama Pemerintah Desa Bahodopi.
“Saya bertanggung jawab atas warga saya, dan yang paling utama bagi saya adalah keselamatan mereka,” tegasnya saat ditemui di Kantor Desa Bahodopi.
Di hadapan warga Dusun 6 yang hadir, didampingi Kepala Dusun 6, Suradi meminta masyarakat untuk bersabar sementara waktu. Ia memastikan persoalan ini akan segera ditindaklanjuti dengan mengatur pertemuan bersama pihak perusahaan.
“Saya mohon ibu-ibu dan bapak-bapak bersabar dulu. Ini akan segera saya tindak lanjuti. Tinggal menunggu waktu pihak humas perusahaan, nanti kita tentukan tempat dan waktu pertemuannya,” ujarnya. (Suk/Kas)






