Malili,FAKJUR — Di tengah keterbatasan ekonomi, Rustinah membuktikan bahwa usaha mikro dapat menjadi penopang utama keluarga. Perempuan yang sehari-hari berstatus ibu rumah tangga ini berhasil mengembangkan usaha keripik pisang hingga menjangkau pasar yang luas, bahkan ke luar negeri. Ditemui di tempat usahanya, Sabtu (4/4/2026), Rustinah bercerita bahwa hasil dari usaha tersebut telah membantu membiayai pendidikan ketujuh anaknya. Empat di antaranya tengah menempuh pendidikan tinggi, sementara dua lainnya telah menyelesaikan studi sarjana. Usaha yang kini dikenal dengan merek “Keripik Pisang Umi” itu tidak dibangun secara instan. Sebelum menekuni bisnis tersebut, Rustinah bersama suaminya sempat berjualan ikan di Pasar Lakawali. Namun, pendapatan yang tidak menentu mendorongnya untuk mencari alternatif usaha lain. Keputusan beralih ke usaha keripik pisang menjadi titik balik. Dengan bahan baku utama pisang tanduk, Rustinah mulai merintis usahanya sejak 2004. Ia mengaku baru menekuni usaha tersebut secara serius pada 2010, dengan cara sederhana, yakni memasarkan produk menggunakan sepeda dan menitipkannya di warung-warung sekitar. Seiring waktu, usaha tersebut berkembang. Pemasaran tidak hanya menjangkau wilayah Luwu Timur, tetapi juga merambah antarprovinsi seperti Jawa Barat dan Kalimantan. Bahkan, produk keripik pisangnya telah dibawa sebagai oleh-oleh hingga ke Jepang, Arab Saudi, dan Dubai. Rustinah menuturkan, cita rasa menjadi salah satu keunggulan produknya. Keripik yang diolah menggunakan kayu bakar menghasilkan tekstur renyah dan rasa gurih yang khas. Selain keripik pisang, usahanya juga memproduksi berbagai olahan lain seperti keripik sukun, keripik tempe, terasi udang, dan sari rempah dengan beragam varian rasa. Dalam pengelolaannya, usaha ini melibatkan sekitar 10 tenaga kerja, serta dua orang yang khusus membantu pemasaran. Meski demikian, Rustinah mengakui masih menghadapi kendala, terutama dalam pemanfaatan media sosial untuk memperluas pasar. Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk media dan pemerintah, dapat membantu meningkatkan jangkauan pemasaran produknya. Saat ini, usahanya juga berada dalam pembinaan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur serta asosiasi UMKM yang didukung PT Vale Indonesia Tbk. Lebih dari sekadar usaha ekonomi, Rustinah memiliki tujuan sosial. Ia berharap perkembangan usahanya dapat memberikan manfaat berkelanjutan, termasuk membuka peluang pendidikan keagamaan bagi anak-anak di lingkungan sekitarnya. “Semoga usaha ini tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga menjadi amal jariah bagi masyarakat,” ujarnya. (Kas) Related Posts:Bupati Luwu Timur Terima Kunjungan Pimpinan Yayasan…Warga Desa Bahari Kecamatan Wotu Kembangkan UKM Abon…SSJ : Dorong Gaya Hidup Sehat dan Peluang UMKM di Luwu TimurPendaftaran Beasiswa Mahasiswa Lutim Dibuka 8…Revitalisasi Pasar Malindungi Dimulai Tahun Ini,…Cerita Sukses UMKM di Program Sabtu Sehat Juara,… Navigasi pos Kolaborasi TNI, Polri, dan Satlinmas: Perayaan Misa Malam Paskah di Tomoni Timur Berlangsung Aman dan Khidmat