Malili, Fakjur — Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pembuatan tempe dan tahu “Moiko” milik Aisyah, warga Dusun Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat. Produk olahan kedelai tersebut kini memiliki banyak pelanggan tetap dan diminati berbagai kalangan.
Aisyah, seorang ibu rumah tangga yang masih tergolong muda, ditemui di tempat usahanya pada Senin (1/12/2025). Ia menuturkan bahwa usaha yang dirintis sejak 2024 itu tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam hal ketersediaan bahan baku kedelai.
“Awalnya saya harus belanja kedelai jauh ke Palopo. Sekarang sudah lebih dekat, bisa ambil di pasar Lakawali,” ujar Aisyah.
Produk tempe dan tahu buatannya dipasarkan secara keliling menggunakan kendaraan roda dua serta dijual langsung dari rumah. Setiap hari, seluruh produk yang dibuat selalu habis terjual.
Meski demikian, Aisyah mengakui masih menghadapi beberapa kendala. Modal usaha terbatas, ruang produksi masih sempit, dan kebutuhan kayu bakar cukup tinggi untuk proses pengolahan.
Namun, ia tetap bersyukur karena usaha tersebut telah membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Kunci kesuksesan itu tekun dan tidak perlu gengsi,” ucapnya. (Kas)






