Tomoni Timur,FAKJUR — Halaman Rumah Jabatan Camat Tomoni Timur pada Kamis sore (5/3/2026) tampak berbeda dari biasanya. Tenda-tenda kegiatan berdiri rapi, sementara masyarakat datang berbondong-bondong memenuhi area acara. Di tempat itulah kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama masyarakat Kecamatan Tomoni Timur berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.
Jemaah yang hadir menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Safari Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk mempererat silaturahmi di bulan suci.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Asisten I Setda Luwu Timur Endis, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Wakapolres, Pabung, Camat Tomoni Timur, para kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan tali asih kepada anak yatim oleh Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur. Setelah itu, jemaah yang hadir diajak menyaksikan pemutaran video yang menampilkan capaian program selama satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam bersama Wakil Bupati Puspawati Husler.

Dalam sambutan Bupati Luwu Timur yang dibacakan oleh Asisten I Endis, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas sambutan masyarakat Tomoni Timur terhadap kegiatan Safari Ramadhan tersebut.
Ia juga memaparkan sejumlah program yang telah dijalankan pemerintah daerah selama setahun terakhir di bawah kepemimpinan pasangan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler.
Menurut Endis, pemerintah daerah menyadari bahwa tugas pemerintah bukan sekadar mengatur, tetapi juga melayani dan memastikan masyarakat merasakan manfaat dari setiap kebijakan yang diambil.
“Setahun ini kami berusaha menghadirkan pemerintah yang lebih dekat dengan rakyat, lebih dekat dengan pelayanan, dan lebih adil dalam kebijakan,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, pemerintah daerah menjalankan program penyediaan perlengkapan sekolah lengkap bagi siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, tas, topi, dasi, serta atribut sekolah lainnya.
Program tersebut, kata Endis, bertujuan meringankan beban orang tua saat memasuki tahun ajaran baru.
Selain itu, pemerintah daerah juga meningkatkan nilai beasiswa bagi mahasiswa dari sebelumnya Rp4 juta menjadi Rp6 juta per tahun. Beasiswa tersebut bahkan dapat diakses sejak semester pertama, termasuk membuka peluang bantuan pendidikan untuk jenjang magister (S2) dan doktoral (S3).
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan daerah kita, Luwu Timur,” katanya.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan di puskesmas dan rumah sakit daerah, termasuk memperbaiki sistem rujukan hingga ke Kota Makassar. Pemerintah juga menambah armada ambulans jenazah serta menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi pasien.
Selain program pelayanan dasar, pemerintah juga menghadirkan sejumlah program sosial yang bertepatan dengan momentum Ramadhan. Salah satunya adalah bantuan sebesar Rp1 juta per bulan bagi lanjut usia yang memenuhi persyaratan.
Program tersebut, menurut Endis, merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para orang tua yang telah lebih dahulu berkontribusi membangun daerah.
Perhatian pemerintah juga diberikan kepada tokoh agama lintas iman, termasuk imam masjid, pendeta, guru mengaji, dan guru sekolah minggu melalui pemberian insentif serta dukungan kendaraan operasional.

Bahkan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) yang aktif memakmurkan masjid dengan salat berjamaah, pemerintah memberikan penghargaan berupa kesempatan menunaikan ibadah umrah.
“Semua ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat,” kata Endis.
Di bidang ekonomi, pemerintah daerah juga mengambil langkah dengan menghapus sejumlah pungutan pajak dan retribusi yang dinilai membebani masyarakat kecil. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat agar semakin bergerak.
Sementara di sektor pertanian, pemerintah daerah mendukung modernisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) seperti traktor dan pompa air.
Menurut Endis, bantuan tersebut bukan sekadar alat produksi, tetapi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para petani agar proses tanam menjadi lebih cepat, biaya produksi berkurang, dan hasil panen meningkat.
Safari Ramadhan di Tomoni Timur itu pun menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan langsung berbagai program pembangunan sekaligus mendengar aspirasi masyarakat. Di tengah suasana bulan suci, pertemuan tersebut terasa seperti jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah daerah. (Kas)






