TOMONI TIMUR (Fakjur)—Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menggelar tera ulang timbangan milik tengkulak pembeli gabah petani di Kecamatan Tomoni Timur, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan ahli metrologi dari Makassar dan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Tomoni Timur.

Camat Tomoni Timur Yulius mengatakan, tera ulang timbangan merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjamin keakuratan alat ukur dalam transaksi gabah. Dengan demikian, baik petani maupun pembeli tidak dirugikan.

“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kepentingan petani. Kami ingin memastikan proses jual beli gabah berlangsung adil dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, kebijakan tersebut sejalan dengan perhatian Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya petani sebagai salah satu tulang punggung ekonomi daerah.

Senada dengan itu, staf Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Erywanto, menjelaskan bahwa tera ulang bertujuan memastikan seluruh timbangan yang digunakan tengkulak dalam kondisi layak dan akurat. Setelah dilakukan pengujian, setiap timbangan akan diberi label sebagai tanda telah memenuhi standar metrologi.

“Dengan adanya tera ulang ini, diharapkan tidak ada pihak yang dirugikan, baik petani sebagai penjual maupun tengkulak sebagai pembeli,” katanya.

Ahli tera dari Makassar, Abdul Rahim, mengungkapkan bahwa dari delapan timbangan yang diperiksa di wilayah tersebut, ditemukan satu timbangan yang menyimpang hingga satu kilogram dan berpotensi menguntungkan pembeli. Namun, penyimpangan itu dinilai bukan unsur kesengajaan, melainkan akibat kondisi komponen internal yang sudah aus.

“Kalau selisihnya sampai lima kilogram, itu sudah patut dicurigai ada unsur manipulasi. Namun yang kami temukan ini lebih kepada faktor teknis dan langsung kami lakukan perbaikan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu tengkulak gabah dari Desa Kertoharjo, Wayan Semadi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, tera ulang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha pembelian gabah.

“Kami juga diuntungkan dengan adanya tera ulang ini, karena tidak selalu dicurigai oleh masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat pengamanan dari unsur TNI guna memastikan proses berjalan lancar dan tertib. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memperkuat keadilan dalam rantai distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan kepercayaan antara petani dan pelaku usaha. (kas)

By admin