Malili(Fakjur)-Di tengah tantangan perubahan sosial dan dinamika pengasuhan anak di era modern, penguatan keluarga dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Upaya itulah yang kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) dan Program Quick Win BKKBN Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Luwu Timur bersama Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DPPKB Luwu Timur tersebut diikuti para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebagai ujung tombak pelayanan keluarga di desa dan kelurahan. Kepala DPPKB Kabupaten Luwu Timur, Amrullah Rasyid, mengatakan keberadaan PPKS menjadi ruang layanan terpadu berbasis masyarakat yang tidak hanya menyediakan informasi keluarga berencana, tetapi juga layanan konseling pranikah, kesehatan reproduksi, pola asuh anak, hingga pencegahan stunting dan persoalan sosial keluarga lainnya. “PKB dan PLKB adalah wajah pelayanan di tengah masyarakat. Pemahaman yang baik tentang PPKS akan membantu masyarakat memperoleh pendampingan yang tepat demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ujarnya. Dalam sesi materi, narasumber dari Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Siti Chaerunnisa, memaparkan delapan layanan utama PPKS, mulai dari layanan data dan informasi keluarga, konseling pranikah, pembinaan keluarga balita dan remaja, hingga pembinaan ekonomi keluarga. Peserta juga memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, terutama dalam menyampaikan program Bangga Kencana kepada masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Program TAMASYA yang menjadi salah satu program unggulan Quick Win BKKBN. Program ini dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui layanan pengasuhan berkualitas berbasis masyarakat. Narasumber dari BKKBN Sulawesi Selatan, Nathalia Debora Sidabutar, menjelaskan bahwa TAMASYA memiliki lima pilar utama layanan, yakni pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi pola asuh, pemenuhan gizi, stimulasi kecerdasan dan keterampilan, serta pembinaan ketahanan keluarga. Menurut dia, program ini juga menjadi solusi bagi keluarga pekerja, khususnya ibu bekerja, agar tetap dapat produktif tanpa mengabaikan kualitas pengasuhan anak. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Sosial dan PPPA, Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Bapperida, BKAD, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur. Menutup kegiatan, Kepala DPPKB berharap sinergi lintas sektor dapat mempercepat terbentuknya lembaga TAMASYA di Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia (Kas) Related Posts:DPPKB Luwu Timur Gelar Sosialisasi “Menjadi Orang…DPPKB Lutim Dorong Pengasuhan Anak Berkualitas Lewat…DPPKB Lutim dan RS I Lagaligo Wotu Sukses Gelar…Mini Lokakarya Stunting, Wabup Lutim Dorong…Pemkab Lutim Perkuat Peran Keluarga Lewat Orientasi…Kepemimpinan dan Amanah Rakyat, Wabup Lutim Ikuti… Navigasi pos Bupati Irwan Buka Muscab V Pramuka, dr. Ani Nurbani Irwan Terpilih Pimpin Kwarcab Lutim Bupati Lutim Irwan Bachri Syam,Dampingi Kejati Sulsel Sila Pulungan Resmikan Gedung Baru Kejari Lutim