Malili.Fakjur-Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi-Selatan,Dr.Sila H.Pulungan, melakukan kunjungan kerja resmi ke Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Selasa (12/5/2025).Dalam kunjungan tersebut, Kejaksaan Tinggi Sulawesi-selatan (Sulsel) didampingi oleh Asisten Pembinaan, Asisten Intelijen, serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (ISD) Wilayah Sulawesi-Selatan.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kejaksaan Negeri Luwu Timur,Berthy Oktavianes Z.H, bersama Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam,serta jajaran Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Sulawesi-Selatan, dan para Kepala Desa binaan.Kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan infrastruktur dan peninjauan inovasi pelayanan hukum di daerah yang dijuluki “Bumi Batara Guru”tersebut.Kehadiran pemintah daerah dan unsur Forkopimda mencerminkan solidaritas antara aparat penegak hukum dan pemerintah dalam membangun tata kelola pelayanan publik yang profesional, transparan,dan berkeadilan.

Penguatan Infrastruktur dan Hibah Daerah.Dalam agenda utama kunjungan, Kajati Sulsel meresmikan gedung baru Kantor Kejari Luwu Timur yang dibangun melalui dana hibah APBD Pemerintah Kabupaten Luwu-Timur.Selain meresmikan gedung baru,Dr.Sila H.Pulungan juga meninjau langsung progres renovasi gedung kantor lama yang bersumber dari dana APBN Tahun 2026 senilai Rp.3,28 miliar.

Penyediaan fasilitas ini dinilai sangat krusial dalam menunjang kenyamanan pegawai serta memperkuat kualitas pelayanan hukum di Luwu Timur.Kejaksaan Tinggi (Kajati) menyampaikan apresiasi setinggi -tingginya kepada pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas dukungan berupa hibah tanah dan bangunan bagi institusi Kejaksaan.

Inovasi Kampung Pangan Adhyaksa.Selain peresmian gedung baru, Kajati Sulsel menijau pameran,”Kampung Pangan Adhyaksa,”sebuah inovasi unggulan Kejari Luwu Timur dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa.Program ini melibatkan 15 desa binaan, di antaranya Desa Wanasari, Argomulyo,Nuha, Maliwowo, Lagego, Tampinna, Kawata, Batu Putih, Matano, Laro, Parumpanai, Baruga, Bahari, Kalaena Kiri, dan Tarabbi.

Dalam pameran tersebut, ditampilkan berbagai potensi komoditas unggulan desa mulai dari padi organik, merica, kakao, kelapa sawit, madu, hingga budidaya ikan tawar.Kajati Sulawesi-Selatan memberikan apresiasi terhadap inovasi Kampung Pangan Adhyaksa yang dinilai menjadi bukti nyata kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat.

“Jaksa bukan hanya hadir di ruang sidang, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengembangkan potensi desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,”tegasnya.

Sinergitas dan Pendampingan Hukum.Bupati Luwu-Timur, Irwan Bachri Syam, menyatakan rasa bangga atas kunjungan tersebut.Ia menegaskan bahwa program Kampung Pangan Adhyaksa telah memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di desa.Bupati juga memastikan bahwa setiap proyek strategis daerah senantiasa dikoordinasikan dengan Kajari untuk mendapatkan Pendampingan hukum agar tetap berjalan pada koridor yang benar.

Menanggapi hal tersebut, Kajati Sulsel mengaku terkesan dengan kalaborasi yang terjalin antara Pemerintah Daerah dan Kejaksaan.Ia berpesan agar seluruh jajaran Kejari Luwu Timur menjaga profesionalisme dan terus memanfaatkan fungsi Jaksa Pengecara Negara (JPN) sebagai ruang diskusi untuk mitigasi resiko hukum.

“Membangun negara harus mulai dari desa yang maju akan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan bangsa.Saya berharap dana desa yang dikelola dengan pendampingan Kejaksaaan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat,”pungkas Dr.Sila H.Pulungan.

Kepala Desa Wanasari,Kecamatan Angkona Wayan Sardika,menyampaikan kepada awak media ini,ia merasa bersukur karena desanya masuk di dalam “Kampung Pangan Adhyaksa,”sebagai desa binaan.Dengan masuk sebagai desa binaan Adhyaksa tentu kami semakin termotivasi lebih giat lagi,untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa,katanya. (Kas)

By admin