LUWU TIMUR, Fakjur — Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Wailalo menyebabkan banjir merendam sedikitnya delapan rumah warga di Dusun Wailalo, Desa Nonblok, Kecamatan Kalaena Kiri, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.00 Wita setelah debit air sungai meningkat tajam akibat tingginya curah hujan di kawasan hulu. Air kemudian meluap dan masuk ke permukiman warga yang berada di sekitar aliran sungai.

Di dalam rumah, ketinggian air mencapai sekitar delapan puluh sentimeter. Sementara di halaman dan lingkungan sekitar rumah, genangan air dilaporkan mencapai satu meter.

Bagi sebagian warga, banjir kali ini menjadi pengalaman yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Selama bertahun-tahun bermukim di Dusun Wailalo, mereka mengaku belum pernah mengalami kejadian serupa.

“Baru kali ini terjadi banjir seperti ini. Dari dulu tidak pernah masuk air ke rumah,” ujar seorang warga melalui sambungan telepon, Sabtu.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyebabkan sejumlah perabot rumah tangga warga terdampak. Beberapa barang elektronik, termasuk lemari pendingin, terendam air. Tempat tidur dan perlengkapan rumah tangga lainnya juga ikut basah sehingga tidak dapat digunakan sementara waktu.

Kepanikan sempat terjadi ketika air mulai memasuki rumah pada tengah malam. Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi sembari menunggu air surut.

Namun hingga pagi hari, genangan masih terlihat di sejumlah titik. Warga menilai lambatnya surut air dipengaruhi tidak adanya saluran drainase yang memadai untuk mengalirkan genangan keluar dari kawasan permukiman.

“Air lambat surut karena tidak ada drainase pembuangan. Rumah jadi becek dan kami khawatir bisa menimbulkan gatal-gatal di kaki,” kata warga.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus memberikan bantuan kepada warga terdampak. Selain kerugian material, mereka juga dihantui kekhawatiran akan kemungkinan hujan susulan yang dapat memperparah kondisi.

“Kami khawatir kalau hujan lagi, air bisa naik kembali,” ujar warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi banjir di kawasan permukiman yang berada di sekitar daerah aliran sungai, termasuk penyediaan sistem drainase yang memadai guna mengurangi risiko genangan saat curah hujan tinggi terjadi di wilayah hulu. (Kas)

By admin