Kartu Lansia Sampai ke Burau, Harapan Baru bagi Warga di Usia Senja
LUWU TIMUR,FAKJUR — Bagi Andi Syukur (80), sebuah kartu ATM yang diterimanya di Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (24/7/2026), bukan sekadar kartu untuk mengakses uang di rekening.
Kartu itu datang bersama harapan untuk menyelamatkan rumah yang selama ini ditempatinya, yang kondisinya nyaris roboh.
Begitu menerima kartu bantuan Program Kartu Lansia dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Andi tidak menunggu lama. Ia langsung menuju mesin ATM untuk mencairkan bantuan yang telah masuk ke rekeningnya.
Wajahnya tampak sumringah.
Dana tersebut, kata Andi, akan digunakan untuk memperbaiki bagian rumah yang sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan segera.
Kisah Andi menjadi salah satu cerita di balik rampungnya penyaluran 1.346 Kartu Lansia bagi penerima manfaat baru Tahun 2026 di seluruh Kabupaten Luwu Timur.
Burau menjadi kecamatan terakhir dalam rangkaian distribusi tersebut. Dengan selesainya penyaluran di kecamatan ini, seluruh penerima manfaat baru telah menerima kartu ATM dan dapat mengakses bantuan yang telah ditransfer ke rekening masing-masing.
Penyerahan kartu di Burau berlangsung di dua lokasi, yakni Aula Kantor Kecamatan Burau dan Aula Kantor Desa Jalajja, Jumat (24/7/2026).
Sebanyak 167 lansia menerima manfaat di Kecamatan Burau. Dari jumlah itu, 88 penerima dari enam desa mendapatkan kartu di Aula Kantor Kecamatan Burau, sedangkan 79 penerima dari 12 desa lainnya dilayani di Aula Kantor Desa Jalajja.
Burau sekaligus menjadi penutup rangkaian penyaluran yang sebelumnya telah berlangsung di 10 kecamatan lainnya.
Bantuan Pertama di Usia 84 Tahun
Cerita lain datang dari Rasyid (84), warga Desa Kalatiri.
Usianya membuat kemampuan fisiknya semakin terbatas. Penglihatannya mulai kabur. Ia juga harus berjalan menggunakan tongkat setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya tidak lagi mampu bekerja di sawah.
Bagi Rasyid, bantuan tersebut memiliki arti khusus karena menjadi bantuan pertama yang diterimanya sepanjang hidup.
“Terima kasih Pak Bupati atas bantuannya. Sejak saya terjatuh, saya sudah tidak bisa lagi bekerja di sawah, sementara penglihatan juga semakin kabur,” ujar Rasyid dengan suara bergetar.
Bantuan yang masuk ke rekeningnya kini menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kisah Andi dan Rasyid memperlihatkan bahwa nilai sebuah bantuan tidak selalu dapat diukur dari nominal yang diterima. Bagi sebagian lansia, bantuan tersebut dapat berarti rumah yang kembali aman ditempati, kebutuhan sehari-hari yang lebih terjamin, atau sekadar perasaan bahwa mereka masih diperhatikan.
4.000 Lansia
Dengan berakhirnya penyaluran di Burau, Program Kartu Lansia Pemerintah Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026 kini menjangkau 4.000 penerima manfaat di seluruh wilayah kabupaten.
Sebanyak 1.346 di antaranya merupakan penerima baru yang telah mendapatkan kartu ATM sebagai sarana mengakses bantuan.
Rampungnya distribusi tersebut sekaligus menutup satu tahapan penting program. Namun, bagi para lansia penerima manfaat, justru tahap berikutnya yang paling penting: bagaimana bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.
Kartu yang kini berada di tangan mereka menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata warga di usia senja.
Di Burau, penyaluran terakhir itu pun bukan hanya menandai selesainya pembagian kartu. Ia meninggalkan cerita tentang sebuah rumah yang ingin diselamatkan, seorang petani yang tak lagi mampu bekerja, dan ribuan lansia yang mendapat tambahan daya untuk menjalani hari-hari mereka.
Bagi mereka, perhatian pemerintah bukan lagi sekadar kalimat dalam sebuah program. Perhatian itu kini hadir dalam bentuk kartu yang bisa digunakan ketika kebutuhan datang. (Kas)






