Agustus 13, 2026

Dari Tabungan Umrah Hasbi hingga Rumah Tamomba, Dua Cerita di Balik Kartu Lansia

04d8c3f7-2abf-4a1a-9ad2-b30688746b7c

LUWU TIMUR,FAKJUR — Bagi Hasbi (78), bantuan Program Kartu Lansia yang diterimanya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini. Sebagian dari uang tersebut justru ingin disimpannya untuk sebuah impian yang masih ia pelihara di usia senja: menjejakkan kaki di Tanah Suci.

Warga Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu, itu mengaku telah bertekad menyisihkan sebagian bantuan untuk ditabung sebagai bekal menunaikan ibadah umrah di Makkah.

“Selain untuk kebutuhan makan, uangnya akan saya tabung untuk bisa melakukan ibadah umrah di Makkah. Terima kasih Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati atas bantuannya,” kata Hasbi dengan wajah bahagia saat menerima bantuan, Kamis (23/7/2026).

Cerita Hasbi menjadi salah satu warna dalam penyaluran Program Kartu Lansia Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pada hari keenam.

Penyaluran berlangsung di tiga lokasi, yakni Kantor Camat Mangkutana, Kantor Camat Wotu, dan Kantor Desa Madani, Kecamatan Wotu.

Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan Rp3 juta untuk periode Januari hingga Maret 2026.

Namun, tidak semua lansia dapat datang ke lokasi penyaluran.

Di Kecamatan Mangkutana, petugas mendatangi langsung rumah Tamomba (84), warga Desa Maleku. Kondisi fisiknya membuat perempuan lanjut usia itu tidak memungkinkan mengikuti penyaluran di kantor.

Tamomba bahkan sudah tidak dapat melihat. Namun, keterbatasan penglihatan tidak menghalanginya merasakan kehadiran petugas yang datang membawa bantuan sekaligus perhatian pemerintah.

Dengan wajah haru, ia menyampaikan rasa syukurnya.

“Terima kasih Pak Bupati,” ucapnya singkat.

Dua kisah tersebut memperlihatkan bahwa satu program bantuan dapat memiliki arti yang berbeda bagi setiap penerimanya.

Bagi Hasbi, bantuan itu membuka peluang untuk perlahan mendekatkan dirinya pada impian beribadah ke Tanah Suci. Bagi Tamomba, bantuan yang datang langsung ke rumah menjadi tanda bahwa keterbatasan fisik tidak membuatnya luput dari perhatian pemerintah.

302 Lansia Dilayani

Pada penyaluran hari keenam, sebanyak 302 penerima manfaat mendapatkan bantuan di tiga titik.

Di Kecamatan Mangkutana, bantuan diberikan kepada 120 lansia yang tersebar di 11 desa. Sementara di Kecamatan Wotu, sebanyak 93 penerima dari tujuh desa dilayani di Kantor Camat Wotu.

Adapun 89 penerima dari 10 desa mendapatkan layanan di Kantor Desa Madani, Kecamatan Wotu.

Program Kartu Lansia Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026 secara keseluruhan menjangkau 4.000 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 2.654 penerima lama dan 1.346 penerima baru.

Angka tersebut menunjukkan besarnya cakupan program. Tetapi di balik angka ribuan penerima itu, terdapat kebutuhan dan harapan yang berbeda-beda.

Ada lansia yang membutuhkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. Ada yang ingin memperbaiki tempat tinggal. Ada pula seperti Hasbi yang menyisihkan sebagian bantuan untuk mengejar impian yang selama bertahun-tahun belum terwujud.

Sementara bagi lansia yang tidak lagi mampu keluar rumah seperti Tamomba, datangnya petugas ke depan pintu rumah mungkin memiliki makna yang jauh lebih sederhana: merasa tidak dilupakan.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program perlindungan sosial bukan hanya tentang berapa banyak bantuan yang tersalurkan. Lebih penting dari itu, adalah apakah bantuan tersebut mampu menyentuh kebutuhan dan harapan orang-orang yang menerimanya. (Kas)