Saat Lansia Tak Bisa Datang, Bantuan yang Mendatangi Mereka
LUWU TIMUR,FAKJUR — Tidak semua penerima bantuan mampu datang ke tempat penyaluran. Ada yang harus menggunakan kursi roda, ada yang masih berjuang memulihkan diri setelah kehilangan rumah akibat kebakaran, bahkan ada yang menerima bantuan dari atas ranjang rumah sakit.
Kondisi itulah yang membuat penyaluran Program Kartu ATM Lansia di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (17/7/2026), terasa berbeda.
Sebanyak 79 lansia penerima manfaat baru mendapatkan kartu ATM yang telah diisi bantuan sebesar Rp3 juta untuk periode Januari hingga Maret 2026.
Namun, pemerintah tidak hanya menunggu para penerima datang ke Gedung Matano Player, Sorowako, lokasi utama penyaluran.
Bagi lansia yang karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan hadir, petugas melakukan layanan jemput bola dengan mendatangi mereka secara langsung.
Salah satu penerima yang datang ke lokasi adalah M. Mandangi (73), warga Desa Sorowako. Ia harus menggunakan kursi roda dan didampingi anaknya, Masniati.
Bantuan tersebut datang ketika keluarga Mandangi masih berusaha bangkit dari musibah kebakaran yang melanda Sorowako tahun lalu dan menyebabkan mereka kehilangan tempat tinggal.
“Mewakili Bapak, saya sangat bersyukur atas perhatian ini. Setelah musibah kebakaran tahun lalu, bantuan seperti ini sangat berarti untuk menyambung hidup sehari-hari,” kata Masniati dengan mata berkaca-kaca.
Cerita lain datang dari Wari (80), yang juga menjadi korban kebakaran di Sorowako.
Bagi Wari, bantuan itu memiliki tujuan yang sangat konkret: membeli obat.
“Bantuan ini akan saya pakai untuk beli obat, Nak. Sudah satu tahun lebih saya sakit dan susah berdiri karena sempat jatuh di kamar mandi,” ujarnya lirih.
Sampai ke Ruang IGD
Jika Mandangi dan Wari masih dapat menerima bantuan di lokasi penyaluran, kondisi berbeda dialami Ridwana (74), warga Desa Magani.
Saat penyaluran berlangsung, Ridwana sedang menjalani perawatan intensif di ruang IGD RS Inco Sorowako.
Kondisi tersebut tidak membuat haknya sebagai penerima manfaat tertunda.
Tim dari Dinas Sosial dan P3A mendatangi Ridwana ke rumah sakit. Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPA), Ramlah Muhammad Djono Sanusi, hadir langsung menyerahkan kartu ATM kepada keluarga Ridwana.
“Kartu ATM ini kami antarkan langsung agar keluarga Ibu Ridwana bisa segera menggunakannya untuk operasional pengobatan. Semoga bantuan ini meringankan beban dan Ibu Ridwana bisa lekas pulih,” ujar Ramlah.
Peristiwa tersebut memperlihatkan sisi lain dari program perlindungan sosial. Bagi pemerintah, penyaluran bukan hanya persoalan membagikan kartu sesuai daftar penerima, tetapi memastikan kartu tersebut benar-benar sampai kepada orang yang berhak.
Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, mengatakan setiap kartu ATM yang dibagikan kepada penerima baru telah memiliki saldo Rp3 juta.
Menurut dia, penambahan penerima merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi lansia yang membutuhkan.
“Penambahan kuota ini bukan sekadar formalitas pembagian kartu, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah untuk memastikan orang tua kita di Luwu Timur menjalani masa tuanya dengan lebih tenang dan terawat,” kata Arief.
79 Penerima Baru
Sebanyak 79 penerima manfaat baru di Kecamatan Nuha berasal dari lima desa. Desa Sorowako menyumbang 20 penerima, Desa Nikel 18, Desa Magani 17, Desa Nuha 13, dan Desa Matano 11 penerima.
Perluasan tersebut menjadi bagian dari peningkatan cakupan Program Kartu Lansia Kabupaten Luwu Timur pada 2026.
Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat kini mencapai 4.000 lansia, terdiri atas 2.654 penerima lama dan 1.346 penerima baru.
Para penerima baru mendapatkan alokasi bantuan untuk tiga bulan pertama 2026, yakni Januari hingga Maret.
Tetapi di Nuha, angka 79 penerima itu memiliki cerita yang berbeda-beda.
Ada yang sedang berusaha memulihkan kehidupan setelah kebakaran. Ada yang membutuhkan uang untuk membeli obat. Ada pula yang bahkan menerima kartu dari ruang IGD.
Karena itu, ukuran keberhasilan program bukan hanya seberapa banyak kartu yang dibagikan. (Kas)






