LUWU TIMUR,FAKJUR — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menggelar rapat sosialisasi Gerakan Gemar Menabung bagi siswa sekolah dasar (SD), Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur tersebut diikuti para kepala sekolah dasar se-Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur, Raoda K, mengatakan program Gemar Menabung merupakan bagian dari upaya pemerintah menanamkan kebiasaan menabung sejak usia sekolah.

Menurut dia, pelaksanaan program akan dilakukan melalui satuan pendidikan dengan mendorong setiap siswa memiliki rekening tabungan yang pembukaannya dapat menggunakan identitas orang tua atau wali siswa sesuai ketentuan perbankan.

“Untuk tahap awal, anak-anak kita didorong menyisihkan sebagian uang jajannya untuk ditabung secara rutin. Namun, nominalnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan tidak boleh ada unsur paksaan,” kata Raoda.

Ia menjelaskan, kegiatan menabung direncanakan dilakukan secara rutin setiap Rabu. Pihak sekolah diharapkan dapat memfasilitasi kebiasaan tersebut sehingga siswa terbiasa mengelola uang sejak dini.

Program ini nantinya akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak perbankan. Bank diharapkan dapat memberikan layanan langsung ke sekolah untuk memudahkan proses menabung bagi para siswa.

Raoda menilai kebiasaan menabung sejak usia sekolah penting untuk membentuk kedisiplinan dan literasi keuangan anak.

Selain mempersiapkan kebutuhan di masa mendatang, tabungan juga dapat memberikan rasa aman secara finansial ketika menghadapi kebutuhan yang tidak terduga, termasuk kebutuhan kesehatan.

“Menabung mengajarkan anak untuk mengatur keuangan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan disiplin dalam mengelola uang,” ujarnya.

Menurutnya, kestabilan finansial juga berkaitan dengan kesejahteraan keluarga. Dengan memiliki cadangan dana, kebutuhan penting dapat dipenuhi tanpa harus menunda karena keterbatasan biaya.

Karena itu, Dinas Pendidikan berharap kepala sekolah dan guru dapat menjadi penggerak dalam membangun budaya menabung di lingkungan sekolah.

Raoda juga mengajak orang tua untuk memberikan dukungan dengan membiasakan anak menyisihkan sebagian uang saku secara sukarela sesuai kemampuan keluarga.

“Gerakan ini harus menjadi kebiasaan bersama antara sekolah, orang tua dan anak. Tujuannya bukan mengejar jumlah tabungan, tetapi membangun karakter disiplin dan kebiasaan mengelola keuangan sejak dini,” katanya. (kAS)

By admin