LUWU TIMUR, FAKJUR— Nuansa Bali langsung terasa saat memasuki stand pameran Kecamatan Tomoni Timur pada Pekan Expo dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Stand Kecamatan Tomoni Timur yang berada di Lapangan Inaku, Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, menampilkan sejumlah ornamen khas Bali yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Pekan Expo tersebut dijadwalkan berlangsung 6–10 Oktober 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Salah satu ornamen yang paling mencolok adalah penjor, bambu berhias yang menjadi salah satu ciri khas budaya Bali. Penjor ditempatkan di bagian depan stand sehingga memberikan kesan kuat sekaligus mempertegas konsep budaya yang diusung.
Selain penjor, bagian depan stand juga dihiasi patung, tedung berwarna merah di sisi kiri dan kanan, serta cane yang semakin memperkuat karakter visual stand.
Konsep tersebut dirancang oleh Wayan Darmayasa, staf Kecamatan Tomoni Timur, yang mengarsiteki tampilan stand dengan memadukan unsur budaya dan promosi produk UMKM.

Camat Tomoni Timur Yulius, S.Sos., M.A.P. mengatakan, konsep budaya menjadi bagian yang sengaja dipertahankan Kecamatan Tomoni Timur dalam setiap kegiatan pameran.
“Untuk Kecamatan Tomoni Timur, kita tetap menampilkan nuansa budaya lokal dalam setiap pameran sebagai ciri khas. Selain memperkenalkan produk UMKM, konsep ini juga menjadi pembeda dari stand pameran unit kerja lainnya,” kata Yulius
Menurut dia, pameran tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk unggulan, tetapi juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan identitas dan keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pada bagian depan stand terpampang identitas “Stand UMKM Kecamatan Tomoni Timur” dengan tagline “Produk Lokal Kualitas Global”.
Melalui keikutsertaan dalam Pekan Expo Harkopnas 79, Kecamatan Tomoni Timur membawa dua pesan sekaligus: memperkenalkan potensi UMKM lokal dan menghadirkan identitas budaya sebagai bagian dari karakter daerah.
Dengan konsep tersebut, stand Tomoni Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang membuat pengunjung mengenal lebih dekat potensi ekonomi kreatif, produk lokal, dan keberagaman budaya masyarakat Tomoni Timur. (Kas)






