LUWU TIMUR, FAKJUR — Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan menjadi momentum bagi Kabupaten Luwu Timur untuk memperkuat ekosistem koperasi dan UMKM yang berkelanjutan.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Inaku, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, berlangsung pada 6–10 Oktober 2026 dan dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.

Ribuan peserta memadati lokasi kegiatan yang diikuti perwakilan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut para kepala dinas dari kabupaten/kota se-Sulsel, jajaran OPD Kabupaten Luwu Timur, Ketua dan anggota DPRD, para camat, kepala desa, BPD, Kapolres Luwu Timur, serta pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengatakan peringatan Harkopnas tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menghasilkan program yang berdampak, inklusif, terintegrasi dan bersinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami bangga bahwa tahun lalu bendera pataka Harkopnas diserahkan kepada kami di Kabupaten Jeneponto. Hari ini kami tunaikan dengan sepenuh hati di Bumi Batara Guru,” kata Irwan.

Ia mengatakan, menjadi tuan rumah Harkopnas bukan sekadar menyelenggarakan sebuah agenda. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan mempertemukan berbagai potensi ekonomi, memperluas jaringan usaha, memperkenalkan produk unggulan daerah, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun ekonomi masyarakat.

Menurut Irwan, peringatan Harkopnas juga harus menjadi momentum untuk mengubah cara pandang terhadap koperasi.

“Koperasi tidak boleh berhenti sebagai lembaga administratif. Koperasi harus tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar menciptakan transaksi, memperkuat daya tawar masyarakat dan meningkatkan pendapatan anggota,” ujarnya.

Irwan mengatakan pemerintah menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi rakyat melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Secara nasional, kata dia, lebih dari 80.000 koperasi didorong menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat, dengan lebih dari 1.000 koperasi telah beroperasi sebagai langkah awal.

Di Luwu Timur, program tersebut disebut tidak berhenti pada perencanaan, tetapi mulai diwujudkan melalui pembangunan sarana fisik dan penguatan kelembagaan koperasi.

“Dari 128 desa dan kelurahan di Kabupaten Luwu Timur, per tanggal 29 September 2026, bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih telah rampung di 77 desa dan kelurahan, sementara enam lainnya sedang dalam proses pembangunan,” kata Irwan.

Ia juga menyebut sebanyak 68 koperasi telah mulai beroperasi untuk menggerakkan distribusi barang dan hasil bumi masyarakat. Sementara 10 koperasi masih menunggu proses praverifikasi untuk tahap berikutnya.

Menurut Irwan, pembangunan koperasi Merah Putih di Luwu Timur masuk dalam tiga besar terbanyak di Sulawesi Selatan.

Irwan menjelaskan, pemerintah daerah membangun koperasi dengan pendekatan yang sederhana tetapi terintegrasi. Potensi desa, produksi masyarakat, UMKM, koperasi dan pasar, kata dia, harus ditempatkan dalam satu rantai ekonomi yang saling terhubung.

Pendekatan tersebut kemudian dikaitkan dengan program PANDU JUARA, yakni program pembangunan desa unggul, maju dan sejahtera yang berfokus pada pengembangan komoditas unggulan di tingkat desa.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah memberikan bantuan keuangan khusus melalui APBD sebesar Rp2 miliar per desa.

Program itu telah dimulai sejak 2025 dengan memberikan bantuan kepada 33 desa percontohan.

“Kami berharap setiap desa harus mengenali kekuatan ekonominya sendiri. Ada desa yang unggul di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pangan olahan maupun sektor lainnya,” katanya.

Namun, menurut Irwan, pengembangan komoditas tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi. Pemerintah dan masyarakat juga harus mengetahui siapa pembelinya, berapa kebutuhan pasar, bagaimana standar kualitasnya serta bagaimana biaya distribusinya.

“Jangan hanya meningkatkan produksi. Kita harus tahu siapa pembelinya, berapa kebutuhan pasar, bagaimana standar kualitasnya dan bagaimana biaya distribusinya,” ujar Irwan.

Ia berharap penguatan koperasi dan UMKM dapat menciptakan rantai ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Semangat tersebut juga dikaitkan dengan program Sabtu Sehat Juara (SSJ) yang menjadi salah satu gerakan pemerintah daerah dalam menggerakkan aktivitas masyarakat dan UMKM.

“Yang kami slogankan, dapat sehatnya, UMKM kita berjaya,” kata Irwan. (Kas)

By admin