LUWU TIMUR – Camat Tomoni Timur, Yulianus,S.Sos,M.A.P meminta peserta Latihan Kepemimpinan Pemuda Lanjutan (LKPL) Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Kalaena memanfaatkan pelatihan sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan, baik di lingkungan gereja maupun di tengah masyarakat. Pesan itu disampaikan saat menghadiri LKPL PPGT Klasis Kalaena Wilayah I di Gereja Toraja Jemaat Rama, Desa Pattengko, Kecamatan Tomoni Timur, Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 3–4 Juli 2026, dan diikuti 85 peserta dari 17 jemaat yang berasal dari Kecamatan Mangkutana, Tomoni, Tomoni Timur, dan Kalaena yang merupakan wilayah pelayanan Klasis Kalaena Gereja Toraja. Selama kegiatan, peserta akan memperoleh materi tentang Tata Gereja Toraja, Gerakan Oikoumene dan Pluralisme, Analisis Masalah dan Manajemen Konflik, Psikologi Terapan, Public Speaking, hingga Desain Grafis yang dibawakan sejumlah narasumber berkompeten. Ketua Panitia, Jasman Randing, mengatakan seluruh peserta berasal dari jemaat di wilayah pelayanan Klasis Kalaena. Selama pelatihan, peserta diinapkan di rumah-rumah warga jemaat agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. “Seluruh peserta diinapkan di rumah jemaat. Dukungan warga menjadi bagian penting dalam menyukseskan pelaksanaan LKPL,” kata Jasman. Ketua PPGT Klasis Kalaena, Marannu Tiku Tulak, menjelaskan peserta LKPL merupakan kader yang telah mengikuti Latihan Kepemimpinan Dasar (LKPD). Menurut dia, kehadiran penuh selama kegiatan menjadi syarat memperoleh sertifikat kelulusan. Dalam sambutannya, Camat Tomoni Timur menilai pelatihan kepemimpinan merupakan investasi bagi lahirnya generasi muda yang mampu mengambil peran di berbagai bidang. Ia mengingatkan peserta agar tidak mengikuti kegiatan sekadar memenuhi agenda organisasi. “Manfaatkan setiap materi yang diberikan. Dari pelatihan seperti ini diharapkan lahir calon-calon pemimpin masa depan, bukan hanya untuk gereja, tetapi juga bagi masyarakat dan negara,” ujarnya. Mantan jurnalis itu juga meminta pemuda gereja tidak membatasi ruang pengabdian hanya di lingkungan jemaat. Menurut dia, masyarakat membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan memimpin dan mampu berkontribusi dalam pembangunan. Ia juga mendorong peserta terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan potensi diri melalui budaya belajar sepanjang hayat agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan zaman. “Jangan pernah berhenti belajar. Tingkatkan kompetensi dan asah keterampilan agar mampu menjadi pemimpin yang relevan, inovatif, dan bermanfaat bagi gereja, masyarakat, maupun daerah,” katanya. LKPL tahun ini mengusung tema “Memberi Diri Diperlengkapi, Sedia Melayani” yang diambil dari 2 Timotius 3:17. Panitia berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan kader muda Gereja Toraja yang berintegritas, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta siap melayani di tengah gereja dan masyarakat. Pembukaan kegiatan dihadiri pengurus pusat PPGT, Ketua Badan Pekerja Klasis Kalaena, para pendeta, pengurus PPGT Klasis Kalaena, serta panitia penyelenggara. (#) Related Posts:Camat Tomoni Timur Dampingi Sekum PGI Berkunjung ke…Kepemimpinan dan Amanah Rakyat, Wabup Lutim Ikuti…Bupati Irwan Minta Peserta Mandalish Serius Belajar…Wabup Lutim Hadiri Raker Tahun II PW GPIL, Perkuat…Ribuan Jamaah Padati Lapangan Benteng Sorowako,…Hadiri Persembahyangan Galungan di Pura Tirta Empul… Navigasi pos Bupati Irwan Serahkan Bantuan Pertanian Rp12,4 Miliar, Tegaskan Komitmen Pemda Perkuat Sektor Pertanian