TOMTIM,FAKJUR.COM — Camat Tomoni Timur Yulius mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, untuk meningkatkan disiplin sekaligus menjadi pelopor gerakan Tomoni Timur Tanpa Sampah (TTS).

Pesan tersebut disampaikan Yulius saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Kecamatan Tomoni Timur, Senin (31/8/2026).

Apel diikuti seluruh ASN lingkup Kecamatan Tomoni Timur, tenaga fungsional Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta personel Satpol PP BKO Tomoni Timur.

Dalam arahannya, Yulius menekankan pentingnya kehadiran aparatur tepat waktu dan mengikuti apel pagi setiap Senin. Menurut dia, kedisiplinan merupakan bagian penting dari kesiapan ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Kalau kita hadir tepat waktu dan mengikuti apel pagi berarti kita siap bekerja dan melayani masyarakat. Sebagai ASN, mari kita tunjukkan kinerja kita sehingga stigma selama ini hanya santai kita patahkan dengan kerja keras kita,” kata Yulius.

Ia mengatakan, kedisiplinan tidak boleh berhenti pada kehadiran dalam apel. ASN juga harus mampu menunjukkan kinerja nyata melalui pelayanan kepada masyarakat.

Selain persoalan disiplin, Yulius meminta seluruh ASN mengambil peran dalam gerakan Tomoni Timur Tanpa Sampah. Aparatur diminta menjadi contoh bagi masyarakat sekaligus aktif mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan.

ASN juga diminta tidak ragu menegur warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Kita punya prestasi tahun 2025 sebagai kecamatan terbersih. Mari kita pertahankan melalui program TTS ini,” ujar Yulius.

Menurut dia, mempertahankan predikat tersebut membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kebersihan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi membutuhkan perubahan perilaku masyarakat.

Karena itu, gerakan Tomoni Timur Tanpa Sampah diharapkan menjadi gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan pemerintahan dan kemudian meluas ke masyarakat.

Dalam apel tersebut, Yulius juga mengingatkan seluruh aparatur untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta kebakaran di lingkungan permukiman.

Ia meminta ASN turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena aktivitas tersebut dapat memicu kebakaran.

“Berikan arahan dan imbauan kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah yang bisa memicu timbulnya kebakaran,” kata Yulius.

Yulius berharap ASN Tomoni Timur tidak hanya menjadi pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga menjadi teladan dalam kedisiplinan, kebersihan, dan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. #)

By admin