ANGKONA , FAKJUR— Halaman Kantor Kecamatan Angkona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu pagi (29/8/2026), kembali dipenuhi warga yang berolahraga. Aparatur sipil negara, guru, kepala sekolah, tenaga kesehatan, kepala desa, hingga masyarakat ikut ambil bagian dalam program Sabtu Sehat Juara (SSJ).

Program yang digelar rutin setiap Sabtu itu menjadi ruang bersama untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang lebih santai.

Senam bersama menjadi kegiatan utama. Musik dan gerakan senam membuat suasana halaman kantor kecamatan lebih ramai dari biasanya. Peserta mengikuti instruktur dengan antusias.

Kali ini, SD Negeri 204 Kalaena Kiri III, Desa Balirejo, turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para guru dan peserta didik menambah semarak kegiatan yang digagas sebagai bagian dari program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Kepala SD Negeri 204 Kalaena Kiri III, Adi Bin Padlang Nur, mengatakan olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurut dia, tubuh yang sehat menjadi salah satu modal penting untuk menunjang produktivitas, baik bagi aparatur, guru maupun masyarakat.

“Dengan tubuh yang sehat dan bugar, kita bisa lebih produktif dalam menjalankan tugas,” ujar Adi.

Ia berharap kegiatan SSJ yang dilaksanakan secara rutin dapat membentuk budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Bagi Adi, konsistensi menjadi hal penting. Jika kegiatan olahraga dilakukan secara berkelanjutan, kebiasaan tersebut perlahan dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Bukan Sekadar Senam

Kepala SMP Negeri III Angkona, Yance Rahman, juga menilai program SSJ memberikan manfaat langsung bagi kebugaran fisik.

Ia mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang mendorong olahraga bersama melalui kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Menurut Yance, kegiatan seperti ini sekaligus memperkuat interaksi antara aparatur pemerintah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Di Angkona, SSJ akhirnya tidak hanya menjadi agenda olahraga. Ia berkembang menjadi ruang perjumpaan masyarakat.

ASN yang biasanya beraktivitas di ruang kantor, guru yang sehari-hari berada di sekolah, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan, kepala desa, serta warga bertemu dalam satu kegiatan yang sama.

Program semacam ini juga membuka ruang bagi pemerintah untuk menyampaikan pesan tentang pola hidup sehat secara lebih dekat kepada masyarakat.

Antusiasme peserta yang terus meningkat menunjukkan bahwa olahraga bersama mulai mendapat tempat sebagai bagian dari aktivitas rutin masyarakat Angkona.

Pemerintah Kecamatan Angkona berharap SSJ dapat terus berlangsung secara konsisten dan semakin banyak melibatkan masyarakat.

Sebab, membangun masyarakat yang sehat tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan. Kebiasaan bergerak, menjaga kebugaran dan membangun kesadaran hidup sehat juga perlu dilakukan sejak dari lingkungan sehari-hari. (Kas)

By admin