Luwu Timur (Fakjur) – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa pendidikan di era perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan intelektual, tetapi juga harus memperkuat pembentukan karakter, integritas, dan akhlak mulia peserta didik.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Seminar dan Workshop Nasional Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (6/5).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Mei 2026, itu mengangkat tema “Transformasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi AI untuk Generasi Berkarakter Unggul di Era Revolusi Industri 5.0”.

Dalam sambutannya, Irwan mengatakan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat harus direspons dengan peningkatan kualitas pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus memiliki karakter yang kuat.

Menurut dia, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya menyiapkan peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki moral, etika, dan kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana di tengah arus perubahan zaman.

“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memiliki akhlak yang baik sehingga mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berkomitmen mendukung sektor pendidikan melalui berbagai program yang bertujuan memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

Bupati juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses pembelajaran.

Namun demikian, menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap diimbangi dengan penanaman nilai-nilai karakter dan kearifan lokal agar peserta didik tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan budaya.

Selain itu, Irwan mengajak organisasi profesi guru untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah guna memastikan berbagai kebijakan pendidikan dapat berjalan efektif hingga ke tingkat satuan pendidikan.

Seminar nasional tersebut turut menghadirkan Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, dan Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hasnawi Haris, sebagai narasumber.

Dalam kesempatan itu, Unifah Rosyidi mengajak para guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan beradaptasi dengan perubahan teknologi agar tetap mampu menjalankan peran strategis sebagai pendidik.

Sementara itu, Hasnawi Haris menilai seminar dan workshop tersebut menjadi forum penting bagi para guru untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta membahas berbagai tantangan pendidikan di era digital.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan guru dan tenaga pendidik dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional dalam menghadapi transformasi dunia pendidikan pada era Revolusi Industri 5.0. (Kas)

By admin