TORAJA UTARA (Fakjur) – Sebanyak 303 siswa baru SMA Kristen Barana mulai memasuki asrama untuk mengikuti rangkaian program orientasi dan pembinaan awal tahun ajaran 2026/2027. Para siswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur itu akan menjalani English Camp selama hampir satu bulan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar. Data mengenai jumlah dan sebaran siswa baru tersebut disampaikan dalam pertemuan orang tua murid yang berlangsung di Aula SMA Kristen Barana, Sabtu, 13 Juni 2026. Pertemuan itu dihadiri pengurus yayasan, manajemen sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan memaparkan bahwa tahun ini SMA Kristen Barana menerima siswa dari puluhan kabupaten dan kota di Sulawesi, Kalimantan, Papua, hingga Pulau Jawa. Jumlah pendaftar yang diterima mencapai 303 orang. Toraja Utara menjadi daerah asal siswa terbanyak dengan 50 orang, disusul Tana Toraja sebanyak 41 orang. Dari Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa mengirimkan 41 siswa. Sementara dari Papua, Kabupaten Mimika menjadi daerah dengan jumlah siswa terbanyak, yakni 15 orang. Selain itu, terdapat siswa yang berasal dari Morowali Utara, Luwu Timur, Kutai Timur, Jayapura, Nabire, Timika, hingga Bekasi dan Tangerang. Sebaran tersebut menunjukkan luasnya jangkauan SMA Kristen Barana sebagai sekolah berasrama yang diminati masyarakat dari berbagai wilayah. Kepala SMA Kristen Barana, Marthen Kalalembang, mengatakan pihak sekolah menyambut kehadiran para siswa baru dan orang tua yang datang mengantar anak-anak mereka ke kampus pendidikan tersebut. “Terima kasih kepada seluruh orang tua yang sudah hadir dan sekaligus mempercayakan anaknya untuk dididik di SMA Kristen Barana. Kami menyambut dengan penuh sukacita seluruh siswa baru yang bergabung bersama keluarga besar SMA Kristen Barana,” kata Marthen. Menurut dia, kepercayaan yang diberikan orang tua merupakan tanggung jawab besar yang harus dijaga melalui pendidikan yang berkualitas, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi siswa. Sebelum memasuki tahun ajaran baru, seluruh siswa diwajibkan mengikuti English Camp yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 11 Juli 2026. Program tersebut menjadi agenda rutin sekolah untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus membantu siswa beradaptasi dengan kehidupan berasrama. Selama program berlangsung, siswa akan dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai aktivitas harian serta mengikuti sejumlah kegiatan yang dirancang untuk membangun kemandirian, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama. Setelah English Camp berakhir, sekolah akan melanjutkan kegiatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Asrama (MPLSA) pada 13–15 Juli 2026. Melalui kegiatan itu, siswa akan diperkenalkan pada sistem pembelajaran, tata tertib, budaya sekolah, serta pola kehidupan di asrama. Bagi SMA Kristen Barana, keberagaman asal daerah siswa merupakan modal penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif. Di dalam asrama, siswa tidak hanya belajar akademik, tetapi juga hidup berdampingan dengan teman-teman yang berasal dari latar belakang budaya, bahasa, dan suku yang berbeda. Tingginya jumlah siswa baru tahun ini sekaligus mempertegas posisi SMA Kristen Barana sebagai salah satu sekolah berasrama yang memiliki daya tarik kuat di kawasan Indonesia Timur. Dengan memulai pendidikan melalui English Camp dan MPLSA, sekolah berharap para siswa dapat beradaptasi lebih cepat sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh pada tahun ajaran baru. (Adm) Related Posts:Melihat dari Dekat Pratama Widyalaya Sri Ganesha, TK…Tari Janger dan Puisi Berantai Orang Tua Murid…Damkar Lutim Mulai Orientasi CPNS dan PPPK, Siapkan…Potret Toleransi Anak Usia Dini Tercermin pada…Ditutup Camat Tomoni Timur, Levasa Camp 2025…Bupati Luwu Timur Terima Kunjungan Pimpinan Yayasan… Navigasi pos 268 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun, Pemkab Lutim Siapkan Reward Kepada PPL dan PML Kepala Desa Atue Awasi Langsung Penyaluran LPG Subsidi untuk Warga