LUWU TIMUR — UPT SMP Negeri 1 Tomoni Timur sukses menggelar penamatan dan perpisahan 155 siswa kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026 angkatan 42 pada , Kamis (21/5). Momentum tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pembentukan Ikatan Alumni (IKA) sekolah sebagai wadah mempererat silaturahmi lintas generasi. Dalam musyawarah alumni yang digelar bersamaan dengan acara penamatan, I Made Sariana terpilih secara aklamasi sebagai ketua pertama IKA SMPN 1 Tomoni Timur. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah itu mengusung tema “Every Ending is A New Beginning” atau “Setiap Perpisahan Adalah Awal Perjalanan Baru”. Acara diawali penampilan seni budaya berupa tari Mappadendang dan tari To Manurung yang menggambarkan kekayaan budaya lokal. Suasana kemudian semakin hangat saat paduan suara orangtua siswa membawakan lagu “Kemesraan” yang mengundang nuansa nostalgia dan kebersamaan. Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Camat Tomoni Timur Yulianus, Kapolsek Tomoni Timur Jefri Alan Ramba, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Luwu Timur Agus Salim, Ketua Komite Sekolah I Wayan Silasa, serta para kepala desa se-Kecamatan Tomoni Timur. Momen tersebut juga menghadirkan suasana emosional dengan kehadiran mantan Kepala UPT SMPN 1 Tomoni Timur Aris Ruruk beserta sejumlah guru purnabakti yang pernah mengajar di sekolah itu. Ketua Panitia perpisahan Ichi Mardianti menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak sehingga acara dapat berlangsung lancar dan penuh kebersamaan. Sementara Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah Duma menyampaikan harapan agar seluruh lulusan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. “Bersama melangkah, meraih masa depan gemilang,” ujarnya. Camat Tomoni Timur menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Menurut dia, pendidikan akhlak dan adab merupakan tanggung jawab utama orangtua di rumah. “Tugas guru itu mengajar, dan guru tidak bisa mengubah sikap siswa secara instan. Kalau anaknya sudah baik di rumah, bisa dipastikan ia akan santun juga di sekolah,” kata camat. Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perkembangan anak. “Ini bukan soal siapa yang lebih penting, melainkan tentang siapa yang menjalankan perannya masing-masing,” ujarnya. (Kas) Related Posts:27 Sekolah di Luwu Timur Raih Penghargaan Adiwiyata…Momentum Penuh Haru dan Harapan Warnai Penamatan 225…“Langkah Kecil Hari Ini, Jejak Besar di Masa Depan”…Melangitkan Mimpi dari Pelataran Sawah: Perpisahan…Menyulam Harapan TK Serathi Dharma : Mewujudkan…Semarak HUT ke-49 Desa Argomulyo, Tarian Siswa SD… Navigasi pos Segera beroperasi, Tinjau Pembangunan Dapur MBG Manunggal Gaswo Wotu Juara Bupati Cup I 2026 Usai Tundukkan Malili United