Angkona(Fakjur) — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Perindustrian (Disdagkop) menyalurkan sebanyak 1.120 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi kepada masyarakat di Desa Wanasari dan Desa Balirejo, Kecamatan Angkona, Senin (15/6/2026).

Penyaluran tersebut mendapat pemantauan langsung dari Kepala Desa Wanasari, Wayan Sardika, bersama Erywanto Palimbong, staf Disdagkop Kabupaten Luwu Timur. Masing-masing desa memperoleh alokasi sebanyak 560 tabung LPG subsidi, sehingga total yang disalurkan mencapai 1.120 tabung.

Erywanto Palimbong menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan LPG subsidi tepat sasaran dan dapat diakses masyarakat yang memang berhak menerima.

Menurut dia, warga yang ingin memperoleh LPG subsidi wajib menunjukkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendataan. Setiap keluarga hanya berhak membeli satu tabung LPG 3 kilogram dengan harga Rp20.000 per tabung.

“Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Karena itu, pendataan dilakukan menggunakan Kartu Keluarga dan tidak melayani aparatur sipil negara,” ujarnya.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Disdagkop juga mengingatkan pangkalan agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan akan terus dilakukan guna mencegah praktik penjualan di atas harga yang ditentukan.

Erywanto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi kepada pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran. Bahkan, masyarakat diminta ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan adanya penjualan LPG subsidi yang tidak sesuai ketentuan.

“Kalau ada pangkalan menjual di atas HET, masyarakat bisa melaporkan melalui kanal pengaduan pemerintah daerah. Kami akan tindak lanjuti. Jika tetap melanggar, izin pangkalan bisa dicabut,” katanya.

Kebijakan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar penegakan aturan, tetapi juga upaya menjaga agar subsidi pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah kegiatan penyaluran, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Salah seorang warga Desa Wanasari, Ernawati, mengaku terbantu dengan adanya LPG subsidi yang dijual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, sangat membantu masyarakat. Harga Rp20.000 per tabung tentu lebih ringan dibandingkan membeli dengan harga yang lebih mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketut Adi Assana, pengelola pangkalan LPG di Desa Balirejo, menyampaikan harapannya agar pemerintah juga menindaklanjuti persoalan distribusi dari tingkat agen ke pangkalan. Ia mengaku jumlah tabung yang diterima tidak selalu sesuai dengan kuota awal yang telah disepakati.

Menurut Ketut, pengawasan yang dilakukan pemerintah daerah menjadi langkah positif untuk memastikan distribusi LPG subsidi berlangsung lebih transparan dan adil bagi seluruh pihak.

Kepala Desa Wanasari, Wayan Sardika, menilai pengawasan langsung yang dilakukan pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan LPG subsidi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

“Tujuan utama pengawasan ini adalah agar penyaluran LPG subsidi tepat sasaran. Kami melihat masyarakat sangat antusias karena program ini membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Bagi masyarakat di Kecamatan Angkona, distribusi LPG subsidi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi rumah tangga, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi keluarga. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, agen, pangkalan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program subsidi energi dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (Kas)

By admin