LUWU TIMUR, FAKJUR — Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani, melaksanakan kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Tomoni Timur. Dalam kegiatan tersebut, ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat, khususnya petani, terkait kebutuhan pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Kertoraharjo itu dihadiri Camat Tomoni Timur Yulius, pemerintah desa, penyuluh pertanian, pengurus kelompok tani, Tokoh Masyarakat Wayan Slamet, serta para ketua dan anggota kelompok Tani Tani Puncak Sari desa Kertoraharjo di Kecamatan Tomoni Timur.

Dalam dialog bersama masyarakat, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi, di antaranya kebutuhan peningkatan jaringan irigasi, perbaikan jalan usaha tani, ketersediaan pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan terhadap pengembangan kelompok tani.

dr. Ani Nurbani mengatakan, kegiatan pengawasan APBD merupakan bagian dari fungsi DPRD untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi ruang menyerap masukan secara langsung dari warga.

“Aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan bagi kami di DPRD dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Program yang didanai APBD harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani sebagai penggerak sektor pangan,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan Kabupaten Luwu Timur. Karena itu, dukungan terhadap sarana dan prasarana pertanian perlu terus ditingkatkan agar produktivitas petani dapat terus berkembang.

Sementara itu, Camat Tomoni Timur, Yulius, mengapresiasi pelaksanaan pengawasan APBD yang dilakukan secara langsung di tengah masyarakat. Menurut dia, forum tersebut menjadi sarana efektif untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan fungsi pengawasan DPRD.

“Selaku kepala pememrintahan di Tomoni Timur saya menyambut gembira sekaligus mengapresiasi kehadiran ibu dokter Ani Nurbani selaku anggota dewan di wilayah kami untuk melakukan pengawasan sekaligus bertatap muka dengan warga Kertoraharjo yang mayoritas adalah petani. Melalui dialog seperti ini, masyarakat memiliki kesempatan menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung. Harapannya, aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah,” kata Yulius.

Kecamatan Tomoni Timur merupakan salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Luwu Timur. Di Desa Kertoraharjo, luas areal persawahan mencapai 513,75 hektare yang dikelola oleh 20 kelompok tani dengan total 517 anggota.

Salah satu kelompok tani yang aktif adalah Kelompok Tani Puncak Sari, yang mengelola lahan seluas 34 hektare dengan 32 anggota. Kelompok tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian melalui penguatan kelembagaan petani.

Melalui kegiatan pengawasan APBD Tahun Anggaran 2026 ini, berbagai aspirasi yang disampaikan petani diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program dan penganggaran daerah, sehingga pembangunan sektor pertanian di Tomoni Timur semakin tepat sasaran dan berkelanjutan. (#)

By admin