LUWU TIMUR.FAKJUR-Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan komitmen untuk pelestarian bahasa daerah, sebagai bahasa ibu yang merupakan kekayaan budaya bangsa.Kegiatan tersebut di laksanakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selama dua hari ,mulai hari Selasa tanggal 13 sampai 14 Oktober 2026.Dengan mengusung,tema,”Berbahasa,Berbudaya, Membangun, Seni,”.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Darmawan S.E,M.Si,yang mewakili Kepala Dinas, mengapresiasi kehadiran seluruh para Kepala Sekolah,Para ibu pendamping,para peserta lomba,serta dukungan para orang tua yang telah memberikan motivasi kepada siswa sebagai peserta ajang lomba Festival Tunas Bahasa Ibu.Yang telah berhasil melaju ke tingkat kabupaten Luwu Timur.
Sekretaris Dinas Pendidikan Luwu Timur Darmawan S.E.,M.Si,menjelaskan bahwa melalu kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2026 tingkat Sekolah Dasar (SD)dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)penting sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar mampu memperkuat upaya pelestarian bahasa ibu sebagian dar kekayaan budaya bangsa,ujarnya.
Kegiatan ini,dilaksanakan setiap tahun.Darmawan optismistis peserta yang mewakili Luwu timur selama ini memiliki rekam jejak prestasi yang baik dalam penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu.Alhamdulillah setiap tahun peserta Kabupaten Luwu Timur tidak pernah absen dari juara.Oleh karena itu,bagi anak-anak kita perlu diberi ruang dalam ajang lomba ini.Teruslah berkarya dan lestarikan Bahasa,dan harumkan nama sekolah dan daerah.Sinergi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Balai Bahasa Sulawesi-Selatan Lestarikan Bahasa Daerah melalui Festival Tunas Bahasa ibu (FTBI).
Sementara Ketua panitia Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI),ibu Lisnah,menyampaikan bahwa kegiatan tahun 2026 ini diikuti sebanyak 329 peserta yaitu sebanyak 170 siswa Sekolah Dasar negeri dan 159 siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri maupun swasta se-Kabuaten Luwu Timur.Kegiatan lomba ada empat cabang lomba;yaitu lomba mendongeng bahasa daerah,komedi tunggal bahasa daerah,menulis cerpen bahasa daerah,dan Pidato bahas daerah.
Seluruh cabang lomba tersebut menggunakan bahasa Toraja dan Bugis.Pelaksanaan kegiatan panitia membagi lokasi perlombaan sesuai jenjang pendidikan.Ajang lomba tingkat SD di pusatkan di SD Negeri 238 Mallauu.
Ajang perlombaan tingkat SMP dilaksanakan di UPT SMP Negeri 1 Malili dan UPT SMP Negeri 2 Malil.Maksud dan tujuan kegiatan tersebut,yang pertama adalah membangun kepercayaan diri bagi murid dalam bahasa daerah.Dasar pelaksanaan undang-undang tahun 1945,pasal 32,ayat 2 sebagai kekayaan nasional. (Kas)






