TOMONI TIMUR,FAKJUR — Pagi di Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Sabtu (15/8/2026), terasa berbeda. Anak-anak TK dan PAUD berbaris dengan wajah ceria. Di samping mereka, para ibu ikut mengambil tempat.
Karnaval kemerdekaan tahun ini menjadi panggung kecil bagi anak dan orang tua untuk berjalan bersama, membawa warna budaya dari berbagai penjuru Indonesia.
Pawai TK se-Kecamatan Tomoni Timur itu mengambil titik start di halaman Pura Jagatnatha, Desa Kertoraharjo. Barisan kemudian bergerak menuju Lapangan Batara Guru sebagai titik akhir. Di sana, peserta menampilkan atraksi sekaligus memberikan penghormatan kepada jajaran Forkopimcam Tomoni Timur.
Yang menarik, peserta bukan hanya anak-anak TK dan PAUD. Orang tua ikut masuk dalam barisan. Mereka mendampingi sekaligus menjadi bagian dari pertunjukan.
Kolaborasi itu membuat pawai terasa lebih hidup. Anak-anak tidak berjalan sendiri. Ada tangan orang tua yang menuntun, ada senyum yang menyemangati, dan ada kebanggaan ketika mereka mengenakan pakaian adat.
Nuansa budaya menjadi salah satu daya tarik utama. Peserta tampil dalam beragam busana adat dari berbagai daerah di Sulawesi maupun wilayah lain di Indonesia.
Keragaman itu menjadi semacam pesan yang berjalan di tengah jalan: Indonesia memang berbeda-beda, tetapi bisa dirayakan bersama.
Dalam sambutannya saat melepas peserta karnaval, Camat Tomoni Timur Yulius menyampaikan apresiasi kepada seluruh Bunda PAUD se-Kecamatan Tomoni Timur yang telah berpartisipasi memeriahkan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Tomoni Timur.
Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada perayaan tahun ini.
“Saya berharap kegiatan ini bisa ditingkatkan tahun mendatang dengan melibatkan berbagai pihak,” kata Yulius.
Menurut dia, kegiatan yang melibatkan anak-anak usia dini membutuhkan dukungan dan pendampingan orang dewasa. Karena itu, ia meminta para pendamping dan orang tua terus hadir dalam berbagai kegiatan yang diikuti anak-anak TK dan PAUD.
Pendampingan, bagi Yulius, bukan semata soal menjaga barisan tetap rapi. Lebih dari itu, kehadiran orang tua menjadi bagian dari proses pembentukan keberanian, kepercayaan diri, dan pengalaman sosial anak. (#)






